MAMASA, Lintas peristiwa.net - Kebijakan kontroversial kembali muncul dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Di tengah kondisi kabut asap pekat menyelimuti wilayah kota Mamasa dan sekitarnya yang sangat membahayakan kesehatan bagi semua orang, Bupati Mamasa justru menginstruksikan anak-anak sekolah untuk turun melakukan kerja bakti.
Kebijakan tersebut sontak mendapat sorotan tajam dan kecaman keras dari kalangan aktivis.
Aktivis pemuda Mamasa, Rama Wijaya menilai instruksi tersebut sebagai kebijakan yang ngawur, tidak masuk akal, dan sangat membahayakan keselamatan serta kesehatan anak-anak.
"Ini kebijakan yang sangat tidak beradab dan tidak berprikemanusiaan. Di saat kabut asap pekat yang jelas-jelas mengandung polusi berbahaya dan bisa merusak paru-paru, atau penyakit ISPA Bupati malah menyuruh anak sekolah kerja bakti menghirup asap. Di mana hati nuraninya?" tegas Rama dengan nada geram, Jumat (23/10/2026).
Menurut Rama, seharusnya di tengah kondisi kabut asap, pemerintah mengambil langkah melindungi anak-anak dengan meliburkan sekolah atau mengalihkan pembelajaran ke sistem daring, bukan malah mengekspos mereka terhadap bahaya.
"Anak-anak itu generasi penerus, bukan alat untuk pencitraan kerja bakti. Kalau Bupati mau kerja bakti, silakan Bupati dan jajarannya yang turun, jangan korbankan anak sekolah. Jangan karena ingin terlihat peduli lingkungan, malah mengorbankan kesehatan anak-anak," kecamnya.
Rama juga menegaskan, kabut asap bukan persoalan sepele karena dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak.
"Seharusnya Bupati instruksikan bagi masker gratis ke sekolah-sekolah, bukan suruh anak kerja bakti. Ini logika terbalik!" tambahnya.
Ia mendesak Bupati Mamasa untuk segera mencabut instruksi tersebut dan meminta Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan untuk bersikap tegas melindungi anak.
"Kami minta Dinas Pendidikan jangan diam. Selamatkan anak-anak Mamasa dari kebijakan yang membahayakan ini. Jika ada satu anak saja yang sesak napas karena disuruh kerja bakti di tengah kabut asap, siapa yang bertanggung jawab? Bupati harus bertanggung jawab!" tutup Rama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Bupati Mamasa terkait instruksi kerja bakti bagi anak sekolah di tengah kabut asap tersebut. (tdn)
Penulis :Tandan Joker
Editor : Sakaria




