SAMBAS, Lintasnusantara.net
Pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan usaha tani di Desa Serumpun, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan pantauan awak media di lapangan, ditemukan sejumlah bagian jalan rabat beton yang mengalami keretakan cukup parah, meskipun pekerjaan tersebut diduga belum lama selesai dilaksanakan.
- Saat melakukan pemantauan, awak media juga mengukur ketebalan beton pada salah satu bagian jalan menggunakan alat ukur jangka sorong. Dari pengukuran tersebut, diperoleh angka sekitar 14,0 sentimeter.
- Temuan keretakan dan hasil pengukuran tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Namun, untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut benar-benar tidak sesuai spesifikasi, diperlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh instansi berwenang.
- Setelah melakukan pemantauan di lapangan, awak media mencoba mengonfirmasi temuan tersebut kepada Kepala Dinas Pertanian melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum mendapat tanggapan.
- Beberapa jam kemudian, seorang pria yang mengaku sebagai pelaksana kegiatan proyek menghubungi tim media. Dalam komunikasi tersebut, ia menanyakan asal media dan memberikan penjelasan terkait pengukuran ketebalan beton.
- Menurut pelaksana, pengukuran yang dilakukan awak media hanya pada bagian sisi kanan jalan. Ia menyebutkan bahwa ketebalan beton pada sisi kiri jalan lebih dari 14 sentimeter.
- Meski demikian, perbedaan ketebalan tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran teknis di beberapa titik, termasuk pemeriksaan terhadap ketebalan beton sesuai dokumen perencanaan dan spesifikasi pekerjaan.
# Pelaksana Sebut Keretakan Akan Diperbaiki
- Saat ditanya mengenai langkah perbaikan terhadap bagian jalan yang mengalami keretakan, pelaksana menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penanganan dengan menggunakan semen putih atau memahat bagian yang retak secara manual, kemudian melakukan penyemenan ulang.
- Rencana perbaikan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan metode yang digunakan sesuai dengan kondisi kerusakan dan ketentuan teknis konstruksi.
- Awak media masih berupaya mencari informasi dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mengenai metode perbaikan yang tepat serta apakah kerusakan tersebut telah diperiksa oleh pihak pengawas atau instansi teknis.
# Masyarakat Berharap Instansi Terkait Turun ke Lapangan
- Atas temuan tersebut, awak media berharap Dinas Pertanian dan instansi yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
- Pemeriksaan diharapkan mencakup kondisi keretakan, ketebalan beton, mutu material, serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.
- Apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya ketidaksesuaian spesifikasi atau mutu pekerjaan, masyarakat berharap pihak yang bertanggung jawab melakukan perbaikan sesuai ketentuan. Jika kerusakan tidak dapat ditangani melalui perbaikan yang layak, pembongkaran dan pengerjaan ulang dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
- Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi dari Kepala Dinas Pertanian maupun hasil pemeriksaan teknis terhadap pekerjaan jalan tersebut masih belum diperoleh.
#Catatan redaksi: Angka ketebalan 14,0 cm merupakan hasil pengukuran awak media pada titik yang diperiksa, bukan hasil uji teknis menyeluruh. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi belum dapat dipastikan sebelum dibandingkan dengan dokumen perencanaan dan hasil pemeriksaan instansi berwenang.
## TEAM





