BITUNG, SULAWESI UTARA — Sebanyak 81 karung atau 810 kilogram beras bantuan pangan tahun 2026 yang diperuntukkan bagi masyarakat di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, dilaporkan hilang.
Beras tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah yang dikelola Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan disalurkan melalui Perum Bulog untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Lurah Bitung Timur, Safrudin Takahindangen, S.Sos, membenarkan adanya kehilangan tersebut. Ia mengatakan, beras yang sedianya akan disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan diketahui hilang dari ruang penyimpanan di kantor kelurahan.
“Benar, ada 81 karung atau 810 kilogram beras bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat telah hilang,” ujar Safrudin saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Menurut Safrudin, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Kepala Lingkungan (Pala) III, Julkifli Damar, saat hendak membersihkan kantor kelurahan.
Saat itu, Julkifli mendapati pintu ruangan penyimpanan beras dalam kondisi terbuka. Pintu bagian belakang kantor juga ditemukan terbuka. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada lurah.
“Setelah mendapat laporan dari Pala, saya langsung menuju kantor. Kami kemudian melakukan pemeriksaan bersama sejumlah pegawai dan menemukan adanya beras bantuan yang hilang,” jelasnya.
Setelah dilakukan pengecekan dan penghitungan, diketahui sebanyak 81 karung beras atau setara 810 kilogram telah hilang.
Safrudin mengatakan, pihak kelurahan telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Polsek Maesa untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah melaporkan secara resmi ke Polsek Maesa. Saat ini kami menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian,” katanya.
Ia menambahkan, pihak Bulog juga telah mendatangi Kantor Kelurahan Bitung Timur untuk melakukan pengecekan serta meminta keterangan terkait hilangnya bantuan beras tersebut.
Untuk Kelurahan Bitung Timur sendiri, tercatat sebanyak 938 masyarakat sebagai penerima bantuan pangan.
Sementara itu, Kapolsek Maesa AKP Darus Tuegeh, S.Sos, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Besok pagi saya akan melihat langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Darus.
Ia mengatakan, pemeriksaan TKP akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kejadian serta mencari sejumlah petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.
Polisi selanjutnya akan mendalami kronologi kejadian, termasuk kondisi tempat penyimpanan dan akses keluar-masuk lokasi, untuk mengungkap penyebab hilangnya bantuan beras tersebut.
Sumber: Herry Lengkong




