Kepahiang Lintasperistiwa.net
Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi penerus, Pemerintah Desa Lubuk Saung, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, di Balai Desa Lubuk Saung.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, Bidan Desa, kader kesehatan, serta perwakilan tokoh masyarakat dan agama ini bertujuan untuk menyepakati rencana aksi konvergensi pencegahan stunting yang lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Fokus pada Intervensi Spesifik
Dalam forum rembuk tersebut, para peserta membahas berbagai temuan kasus stunting di wilayah Desa Lubuk Saung serta evaluasi program yang telah berjalan sebelumnya. Diskusi difokuskan pada intervensi spesifik lokasi, meliputi:
1. Peningkatan Gizi Ibu Hamil dan Balita: Melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi seimbang dan pemantauan rutin oleh kader.
2. Perbaikan Sanitasi Lingkungan: Mendorong pembangunan jamban sehat dan akses air bersih untuk mencegah penyakit infeksi yang menghambat penyerapan gizi.
3. Edukasi Pola Asuh: Sosialisasi kepada orang tua muda tentang pentingnya ASI eksklusif dan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang berkualitas.
"Stunting bukan hanya masalah kurang makan tapi juga masalah pola asuh dan lingkungan
Melalui rembuk ini, kita sepakat untuk bergerak bersama memastikan setiap anak di Lubuk Saung tumbuh sehat dan cerdas," ujar( pirnando) selaku Kepala Desa Lubuk Saung dalam sambutannya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Puskesmas setempat yang turut hadir menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan dan pemerintahan desa.
Ia mengapresiasi inisiatif Desa Lubuk Saung yang secara proaktif mengadakan rembuk stunting sebagai wujud tanggung jawab terhadap kesejahteraan warganya.
Hasil dari Rembuk Stunting 2026 ini akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) tahun berikutnya, sehingga anggaran dan program yang dialokasikan benar-benar menyentuh akar permasalahan stunting di tingkat dusun.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Desa Lubuk Saung menunjukkan keseriusannya dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting menuju Indonesia Emas 2045.
( Edwin)



