Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Jalan Rusak Di Ruas Jalan Madidir Kota Bitung Kembali Memakan Korban, Nyawa Warga Tak Boleh Terus Dijadikan Taruhan

Redaksi
Sabtu, 08 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-08T02:02:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


 



Bitung, Lintasperistiwa.net

SiberSulut |Kondisi jalan nasional di ruas Trans Bitung-Manado, khususnya di kawasan Madidir, Kota Bitung, kembali memakan korban, 7 Agustus 2026


Sebuah insiden serius terjadi pada malam hari ketika seorang pengendara roda dua yang melaju dari arah Manado ke Bitung terlempar hingga jarak 50 meter akibat menghantam lubang jalan yang tidak terlihat.


Kejadian ini bermula dari depan area Kimia Farma Madidir hingga berakhir di dekat Cafe Madidir, sebuah rentetan tragedi yang seharusnya tidak terjadi jika infrastruktur dasar dijaga dengan baik.


Video kejadian yang beredar luas di grup Facebook “Berita Bitung” menunjukkan betapa mengerikannya dampak dari kelalaian perawatan jalan.


Korban, yang diduga tidak melihat lubang dalam karena minimnya penerangan jalan umum (PJU) di malam hari, kehilangan kendali sepenuhnya. Untungnya, warga sekitar sigap menolong dan segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan pertama.


Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: sampai kapan nyawa warga harus menjadi taruhan demi menunggu perbaikan jalan yang seolah tak pernah tuntas?


Respons netizen di media sosial tidak main-main. Mereka menyuarakan kemarahan yang telah tertahan lama atas kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, dan sering dijadikan tempat parkir liar oleh truk kontainer serta kendaraan berat lainnya. Komentar-komentar pedas mengalir deras, mencerminkan frustrasi masyarakat terhadap lambannya respons birokrasi.


Salah satu warganet, Athi Tumunduge, menulis dengan nada prihatin namun marah, “So tllu bnyak klo mo hitung beberpa bulan ini yg cilaka pa torang pe muka sini.. Untung jo Tuhan masih sayang nda ada yg meninggal…”


Ini bukan sekadar keluhan, melainkan data empiris bahwa frekuensi kecelakaan di titik tersebut sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.


Kritik lebih tajam datang dari warganet lain yang menyebut pemerintah daerah dan pusat “BUTA trg p jalang” (buta terhadap jalan).


Ia menyoroti ironi di mana antrian kendaraan mengisi BBM subsidi merusak badan jalan, sementara lubang-lubang yang ada memaksa pengendara mengambil jalur sempit di samping, yang sering kali tertutup parkir liar truk. “Mungkin musti mo se banyak korban jiwa sto kang baru pemerintah tergerak tuh hati mo datang lia akang tuh jalang,” tulisnya dengan nada sinis yang menyayat hati.


Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang memiliki pengalaman pribadi, “Qt PE ponakan cilaka di situ lagi 2 Minggu lalu..” Ini menegaskan bahwa lokasi tersebut adalah “zona hitam” yang konsisten merenggut keselamatan, bukan kejadian isolatif.


Insiden ini memicu desakan kuat agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Utara, Dinas PUPR Kota Bitung, serta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara segera memberikan klarifikasi.


Publik mempertanyakan alokasi anggaran pemeliharaan jalan yang setiap tahun dikucurkan negara. Apakah anggaran tersebut benar-benar terserap untuk perbaikan kualitas jalan, atau hanya menjadi angka-angka di atas kertas?


Kondisi jalan yang gelap gulita di malam hari juga menambah daftar kelalaian. Lampu jalan yang tidak berfungsi atau minim membuat pengguna jalan, terutama pengendara motor, berada dalam posisi buta terhadap bahaya. Kombinasi antara lubang jalan, parkir liar, dan minimnya visibilitas ini adalah resep bencana yang diciptakan oleh kegagalan tata kelola infrastruktur.


Hingga berita ini diterbitkan, redaksi kami belum menerima tanggapan resmi dari pihak terkait. Kami akan terus berupaya mengonfirmasi kepada Dinas PUPR Provinsi dan Kota Bitung maupun Balai Perbaikan Jalan Nasional mengenai langkah konkret apa yang akan diambil pasca-insiden ini.


Apakah akan ada penambalan darurat? Apakah akan ada evaluasi sistematis terhadap seluruh ruas jalan nasional di Sulut? Atau apakah kita harus menunggu korban jiwa berikutnya sebelum roda birokrasi bergerak

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl
```

Iklan



const API_KEY = "d4b8d1aa5c185bbc1814975ff0d5a887"; const citySelect = document.getElementById("citySelect"); async function loadWeather(city){ const url=`https://api.openweathermap.org/data/2.5/weather?q=${city}&appid=${API_KEY}&units=metric&lang=id`; const res=await fetch(url); const data=await res.json(); document.getElementById("temp").innerHTML=Math.round(data.main.temp)+"°C"; document.getElementById("desc").innerHTML=data.weather[0].description; document.getElementById("icon").src="https://openweathermap.org/img/wn/"+data.weather[0].icon+"@2x.png"; document.getElementById("feels").innerHTML=Math.round(data.main.feels_like)+"°C"; document.getElementById("humidity").innerHTML=data.main.humidity+"%"; document.getElementById("wind").innerHTML=(data.wind.speed*3.6).toFixed(1)+" km/jam"; document.getElementById("pressure").innerHTML=data.main.pressure+" hPa"; document.getElementById("sunrise").innerHTML=new Date(data.sys.sunrise*1000).toLocaleTimeString("id-ID",{hour:"2-digit",minute:"2-digit"}); document.getElementById("sunset").innerHTML=new Date(data.sys.sunset*1000).toLocaleTimeString("id-ID",{hour:"2-digit",minute:"2-digit"}); } citySelect.addEventListener("change",function(){ loadWeather(this.value); }); loadWeather(citySelect.value); setInterval(function(){ loadWeather(citySelect.value); },600000);