Langgur, Litas Nusantara.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual kembali membuktikan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako kepada keluarga Warga Binaan yang kurang mampu. Penyaluran bantuan ini dilangsungkan di area layanan kunjungan Lapas Tual dan disambut haru oleh para keluarga penerima manfaat, Kamis (23/07).
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian institusi terhadap kondisi sosial keluarga warga binaan di luar tembok Lapas. "Pembinaan tidak hanya berfokus pada warga binaan di dalam, tetapi kami juga berupaya meringankan beban ekonomi keluarga mereka yang berada di luar. Ini adalah bagian dari implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus upaya kami untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat," ujar Nurchalis.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Tual, M. Rizal Aras, menambahkan bahwa stabilitas keamanan di dalam Lapas juga sangat dipengaruhi oleh ketenangan pikiran warga binaan terkait kondisi keluarganya di rumah. "Ketika keluarga di rumah mendapatkan perhatian dan terbantu, warga binaan akan merasa lebih tenang. Hal ini berdampak positif pada kedisiplinan dan partisipasi mereka dalam mengikuti seluruh program pembinaan di dalam Lapas," jelas Aras.
Penyaluran bantuan ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi pihak keluarga. Tomas, Salah satu perwakilan keluarga warga binaan menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami di rumah, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami merasa sangat diperhatikan dan tidak diabaikan oleh pihak Lapas. Kami juga terus mendoakan agar anggota keluarga kami di dalam bisa menjalani masa pembinaan dengan baik," ungkapnya.
Program bakti sosial ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Selain membantu meringankan beban ekonomi, langkah ini sekaligus menjadi jembatan untuk meruntuhkan stigma negatif masyarakat dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali diterima dengan baik saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat kelak.



