Aceh Barat, Lintas Peristiwa.net
Sikap tertutup yang dipertontonkan pejabat publik kembali menjadi sorotan tajam. Mulhansani, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, diduga kuat "alergi" terhadap kehadiran insan pers. Pintu komunikasi yang seharusnya terbuka lebar bagi rakyat justru tertutup rapat seolah tak ingin kebenaran terungkap ke permukaan.
Berulang kali awak media mendatangi kantor dinas guna meminta konfirmasi terkait pelaksanaan program, data anggaran, hingga keluhan warga di lapangan. Namun jawaban yang diterima selalu sama: tidak ada waktu, tidak bisa bertemu, hingga nomor telepon yang tak pernah lagi diangkat.
Merespons hal tersebut, Ketua LSM GMBI Aceh Zulfikar Za menyayangkan sikap yang tidak pantas ditunjukkan oleh seorang pelayan publik. "Kami bertanya-tanya, apa yang sebenarnya disembunyikan? Beliau adalah pelayan rakyat, bukan pemilik kekuasaan mutlak. Mengapa seolah takut jika kinerjanya diketahui oleh masyarakat yang membiayai segala operasional negara ini?" tegas Zulfikar Za.
LSM GMBI Aceh mengingatkan bahwa sikap terbuka dan transparan adalah kewajiban mutlak setiap pejabat yang menjabat. Hal ini tertuang dalam UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Masyarakat memiliki hak mutlak untuk mengetahui bagaimana negara dikelola, dan wartawan adalah perpanjangan tangan rakyat untuk menjaga amanah tersebut.
Jangan sampai ketidakinginan berkomunikasi ini justru memunculkan dugaan buruk di mata publik. Rakyat sudah memberikan kepercayaan dan mengeluarkan keringat untuk anggaran negara, maka berhak mendapatkan jawaban yang jelas dan jujur," ujar Zulfikar Za dengan nada menyentil hati para pengambil kebijakan.
LSM GMBI Aceh berharap kesadaran akan tanggung jawab sebagai abdi negara kembali tertanam dalam hati setiap pejabat. "Kekuasaan itu titipan, jabatan itu amanah. Satu saat nanti semua akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya kepada rakyat di dunia, namun juga kepada Sang Pemilik Segala Kuasa di akhirat nanti. Jangan jadikan keterbukaan sebagai musuh, karena itu adalah jalan untuk menjaga kepercayaan rakyat sekaligus menjaga diri dari kesalahan,pungkasnya.



