Bandar Lampung, Lintasperistiwa.net
Mera Aprijal (39), warga Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan di Jalan Soekarno Hatta (Bypass), kawasan perputaran Pool Bus Rosalia, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Mera yang sehari-hari bekerja sebagai ‘Pak Oogah’ mengalami luka bacok pada bagian kepala dan punggung. Jari kelingking tangan kirinya juga putus, sedangkan kaki kirinya mengalami patah dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengatakan korban dikroyok pada Sabtu, 12 September 2026 dan kini mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung.
“Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung,” kata Ono, Selasa (15/9/2026).
Ono menjelaskan, peristiwa tersebut diduga bermula saat korban sedang membantu pengendara memutar kendaraan. Saat itu, dua pria mendatangi korban dan diduga meminta uang.
Korban menolak memberikan uang tersebut. Penolakan itu kemudian memicu cekcok hingga terjadi perkelahian antara korban dengan kedua pria tersebut.
Situasi semakin memanas setelah sejumlah pria lainnya datang ke lokasi. Mereka diduga membawa senjata tajam dan langsung menyerang korban secara bersama-sama.
“Tak lama setelah perkelahian terjadi, sekitar delapan pria lainnya datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam. Mereka kemudian secara bersama-sama menyerang dan mengeroyok korban,” jelas Ono.
Setelah korban terkapar dalam kondisi terluka, para pelaku meninggalkan lokasi. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, tim gabungan Resmob atau URC Polresta Bandar Lampung, Unit Kamneg Sat Intelkam Polresta Bandar Lampung dan Polsek Labuhan Ratu berhasil menangkap seorang terduga pelaku bernama Rino Putra Berlian.
Rino ditangkap di rumahnya di Jalan Sultan Agung, Gang Tirtayasa, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, dalam operasi yang dilakukan pada Minggu hingga Senin, 13–14 September 2026.
“Tim gabungan masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap lima orang lainnya,” kata Ono.
Polisi masih memburu lima terduga pelaku lainnya yang masing-masing berinisial Heri, Tio, Aldo, Riski dan Bangdi. Polisi menduga Bangdi merupakan salah satu pelaku utama dalam pengeroyokan tersebut.
Selain mengamankan satu terduga pelaku, polisi turut mengamankan rekaman CCTV serta sebuah batu yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan.
Polisi juga masih mendalami latar belakang dan peran masing-masing pelaku. Salah seorang terduga pelaku disebut pernah berhadapan dengan hukum dalam perkara pencurian dengan pemberatan dan penganiayaan berat.
“Pelaku diduga merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan dan penganiayaan berat yang pernah ditahan di Mapolsek Labuhan Ratu,” tandasnya. (*)



