Kepahiang, Lintasperistiwa.net
Pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana revitalisasi sekolah untuk jenjang TK, SD, SMP hingga SMK di Kabupaten Kepahiang mendapat sorotan.
Sejumlah pekerjaan di lapangan dinilai perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kesesuaian antara pekerjaan yang direalisasikan dengan anggaran yang tersedia.
Dari pantauan di sejumlah lokasi, ditemukan adanya pekerja yang diduga belum menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap saat melaksanakan aktivitas pembangunan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para pekerja, mengingat pekerjaan konstruksi memiliki berbagai potensi risiko kecelakaan.
Selain persoalan K3, masyarakat juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana revitalisasi.
Besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap sekolah diharapkan dapat diketahui secara jelas dan dapat dibandingkan dengan bentuk pekerjaan serta volume pembangunan yang benar-benar direalisasikan di lapangan.
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah seluruh pekerjaan yang dibangun sudah sesuai dengan rencana, spesifikasi teknis, volume, serta anggaran yang ditetapkan?
Masyarakat meminta dinas atau instansi terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan fisik terhadap pekerjaan revitalisasi.
“Yang penting masyarakat bisa mengetahui apakah anggaran yang diberikan benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang dibangun.
Kalau ada kekurangan atau ketidaksesuaian, harus segera diperiksa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Pemeriksaan diharapkan mencakup kesesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, spesifikasi material, kualitas hasil pembangunan, hingga realisasi anggaran.
Sorotan ini bukan berarti menyimpulkan telah terjadi penyimpangan.
Namun, transparansi dan pengawasan menjadi penting agar program revitalisasi sekolah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dinas terkait juga diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme pelaksanaan, pengawasan, nilai anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan revitalisasi sekolah di Kabupaten Kepahiang.
Publik menunggu langkah konkret: turun ke lapangan, cek pekerjaan, buka data anggaran, dan pastikan setiap rupiah dana revitalisasi benar-benar diwujudkan dalam pembangunan yang sesuai perencanaan.
(Redaksi)



