Nepal, Lintasperistiwa.net
Banjir bandang dahsyat yang melanda sejumlah wilayah Nepal terus menimbulkan korban jiwa. Hingga Rabu (2/9/2026), sedikitnya 1.114 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 3.916 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk kawasan di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha dan Tanahun menjadi beberapa wilayah yang terdampak.
Banjir bandang diduga berkaitan dengan masuknya aliran air dalam jumlah besar ke Sungai Bhote Koshi dari wilayah Tibet, China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut peristiwa tersebut kemungkinan berkaitan dengan longsoran es di bagian hulu serta terbentuknya bendungan sementara di Sungai Lhende. Penyelidikan mengenai penyebab dan dampak bencana masih berlangsung.
Menurut data Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA), ribuan personel Nepal Police, Nepal Army dan Armed Police Force Nepal telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban.
Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 11.993 orang telah berhasil diselamatkan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk melalui jalur udara karena akses menuju beberapa daerah masih mengalami kendala.
Operasi pencarian masih terus dilakukan, termasuk di sejumlah lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air yang diduga masih terdapat pekerja terjebak di dalam terowongan. Tim penyelamat dari Nepal bersama sejumlah tenaga ahli dari negara lain turut membantu proses pencarian dan penanganan bencana.
Bencana banjir bandang ini menyebabkan kerusakan serius terhadap rumah, jalan, jembatan serta sejumlah infrastruktur penting. Proses evakuasi, pencarian korban dan penyaluran bantuan masih menjadi prioritas pemerintah Nepal.
Pihak berwenang terus melakukan pendataan terhadap korban meninggal maupun warga yang masih hilang, sementara proses identifikasi jenazah juga dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.
(Red Time)



