Bitung, Lintasperistiwa.net
Sejumlah warga Perumahan Aer Ujang, Kelurahan Girian Permai, Kota Bitung, menyampaikan keluhan atas dugaan tertutupnya akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat. Menurut keterangan warga, penutupan tersebut diduga berkaitan dengan pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih.
Warga menjelaskan bahwa pada November lalu, mereka sempat mempertanyakan kepada pihak kelurahan mengenai pekerjaan penimbunan dan pembangunan di lokasi tersebut. Menurut pengakuan warga, pihak kelurahan hanya menyampaikan bahwa lokasi tersebut akan dibangun Koperasi Merah Putih tanpa memberikan penjelasan mengenai keberadaan akses jalan yang digunakan masyarakat.
Seiring berjalannya pembangunan, warga mengaku melihat pondasi bangunan mulai menutup akses jalan. Keberatan warga kemudian disampaikan kepada pemerintah kelurahan hingga dilaksanakan rapat mediasi. Dalam pertemuan tersebut, menurut warga, disampaikan bahwa akses jalan akan tetap disisakan agar kendaraan roda dua masih dapat melintas.
Namun, setelah pembangunan berlanjut, warga mengaku akses jalan justru tertutup sepenuhnya. Karena merasa hasil mediasi tidak dijalankan, sebagian warga melakukan aksi pembongkaran pada bagian bangunan yang dinilai menghalangi akses jalan sambil menyiarkan kegiatan tersebut melalui media sosial.
Warga juga mengaku bahwa siaran langsung dan unggahan mereka kemudian hilang, bahkan akun Facebook mereka tidak dapat digunakan selama kurang lebih dua minggu karena diduga terkena spam. Selain itu, warga mengaku sempat terjadi adu argumen dengan pihak pelaksana pembangunan. Menurut pengakuan warga, mereka dipersilakan menempuh jalur hukum apabila keberatan terhadap pembangunan tersebut.
Pada 29 Juli, warga kembali diundang mengikuti mediasi yang melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, dan pengurus Koperasi Merah Putih. Namun, menurut warga, mediasi tersebut belum menghasilkan solusi karena masing-masing pihak saling memberikan penjelasan. Warga juga menyebut bahwa lurah sebelumnya dan pihak kontraktor yang diundang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Mediasi lanjutan dijadwalkan kembali pada pekan berikutnya. Akan tetapi, sebagian warga menyatakan sudah tidak ingin lagi mengikuti mediasi karena merasa persoalan tersebut telah berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas. Warga mengaku merasa dipermainkan dan berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata.
Warga meminta Pemerintah Kota Bitung, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta instansi terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan, memberikan kepastian hukum, membuka kembali akses jalan masyarakat apabila memang merupakan fasilitas umum, serta menyelesaikan persoalan ini secara adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
#PresidenRepublikindonesia
#PrabowoSubianto
#IstanaMerdeka
#SekabR
#SorotanPublik
#SorotanPengikut
Warga Perumahan Aer Ujang Girian Permai Keluhkan Penutupan Akses Jalan, Minta Pemerintah Segera Bertindak



