Tangggamus, Lintasperistiwa.net
Arah kebijakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanggamus menjadi sorotan. Aliansi Tanggamus Memanggil (ATM) akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “Mau Dibawa ke Mana Kesehatan Masyarakat Tanggamus?”
Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mengkritisi sekaligus mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah di sektor kesehatan, termasuk sejauh mana program yang selama ini dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.
ATM menilai pembangunan kesehatan tidak cukup hanya diukur dari besaran anggaran, jumlah program, pembangunan gedung, maupun capaian administratif. Ukuran sesungguhnya berada pada sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, manusiawi, merata, dan berkeadilan.
Sejumlah persoalan pun dinilai perlu dibuka secara transparan kepada publik. Mulai dari kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, pemerataan tenaga kesehatan, kondisi sarana dan prasarana, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, hingga efektivitas anggaran kesehatan dalam memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
ATM mempertanyakan, apakah berbagai kebijakan yang telah disusun pemerintah sudah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lapangan.
“Jangan sampai kesehatan hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi masyarakat masih harus berhadapan dengan persoalan ketika membutuhkan pelayanan,” demikian sikap ATM.
Jangan Jadikan Kesehatan Sekadar Angka
ATM mengingatkan Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar keberhasilan pembangunan kesehatan tidak berhenti pada laporan capaian program.
Bagi masyarakat, yang dibutuhkan adalah pelayanan yang nyata, cepat, mudah diakses, serta mampu memberikan rasa aman dan keadilan ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan.
Karena itu, ATM mendorong keterbukaan mengenai perencanaan dan penggunaan anggaran kesehatan, pemerataan fasilitas dan tenaga kesehatan, kualitas pelayanan, mekanisme pengaduan masyarakat, serta langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kesehatan yang masih terjadi di lapangan.
FGD tersebut juga akan menjadi ruang untuk mendengar secara langsung pengalaman masyarakat maupun tenaga kesehatan. ATM menilai suara mereka harus menjadi bagian penting dalam mengevaluasi kebijakan dan menentukan arah pembangunan kesehatan Tanggamus ke depan.
ATM Tantang Pemerintah Buka Data dan Fakta
Ketua Aliansi Tanggamus Memanggil (ATM), Dauri Ruansyah, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana arah pembangunan kesehatan daerah.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, bukan privilese segelintir orang. Karena itu, masyarakat berhak bertanya: mau dibawa ke mana kesehatan masyarakat Tanggamus?”
Menurut ATM, kritik terhadap pemerintah bukanlah bentuk permusuhan. Kritik merupakan bagian dari kontrol sosial dan upaya memastikan kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Karena itu, ATM membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan penjelasan, data, serta perspektif dalam forum tersebut.
Forum Terbuka untuk Menguji Kebijakan
FGD ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi momentum untuk menguji kebijakan secara terbuka.
Apa yang sudah berjalan? Apa yang belum berhasil? Apa kendalanya? Siapa yang bertanggung jawab? Dan solusi konkret apa yang harus segera dilakukan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai perlu dijawab secara terbuka dengan berlandaskan data dan fakta.
ATM mengajak masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, aktivis, organisasi masyarakat, insan pers, serta seluruh pemangku kepentingan untuk hadir dan menyampaikan pandangan secara konstruktif.
Sebab, kesehatan masyarakat bukan sekadar urusan administratif pemerintah, melainkan hak dasar seluruh warga dan tanggung jawab bersama.
Kini publik menunggu, bagaimana Pemerintah Kabupaten Tanggamus merespons berbagai pertanyaan yang akan dibawa ATM dalam forum tersebut.
Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang nyata, bukan sekadar angka dalam laporan.
ALIANSI TANGGAMUS MEMANGGIL
“Bersama Masyarakat, Mengawal Hak atas Kesehatan.”(MT)



