Kepulauan Riau, Lintasperistwia.net
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., didampingi Asisten Operasi Panglima Korps Marinir (Asops Pangkormar) Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati, S.E., CTMP., M.M., meninjau secara langsung pelaksanaan Latihan Integrasi TNI Tahun 2026 di daerah latihan Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (05/08/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Pangkormar menyaksikan secara langsung jalannya Operasi Pendaratan Amfibi Korps Marinir serta kemampuan tempur seluruh unsur Tri Matra TNI. Latihan Integrasi TNI Tahun 2026 digelar untuk menguji doktrin, interoperabilitas, dan soliditas operasi gabungan antarmatra dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman.
Asops Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati menjelaskan bahwa Latihan Integrasi TNI Tahun 2026 menjadi sarana untuk mengukur kesiapan operasional, efektivitas komando dan pengendalian, serta meningkatkan kemampuan tempur prajurit Korps Marinir dalam mendukung operasi gabungan TNI. "Latihan ini menjadi tolok ukur kesiapan operasional satuan sekaligus memastikan seluruh unsur Korps Marinir mampu bersinergi dengan matra lain dalam setiap pelaksanaan operasi gabungan," ujar Asops Pangkormar.
Sementara itu, Pangkormar menegaskan bahwa latihan terintegrasi merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan tempur prajurit Korps Marinir. "Latihan ini penting untuk memastikan setiap prajurit Marinir siap digerakkan kapan saja sebagai pasukan pemukul TNI. Sinergi dengan seluruh matra TNI harus terus kita pupuk agar operasi gabungan berjalan efektif," tegas Pangkormar.
Lebih lanjut, Pangkormar menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan semangat juang prajurit Korps Marinir. Pangkormar juga mengapresiasi semangat dan militansi prajurit petarung Korps Marinir yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya selama pelaksanaan Latihan Integrasi TNI Tahun 2026.



