Ciamis, Lintasperistiwa.net
Nasib malang menimpa puluhan peternak ayam petelur salah satunya pak ustd aang di dusun cibuinggur Desa Kerta Mandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Rencana panen telur yang diharapkan menjadi sumber pendapatan justru berujung kekecewaan, lantaran produksi telur anjlok drastis imbas lonjakan harga pakan ternak yang tak terkendali akhir-akhir ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah telur yang dihasilkan hanya sekitar 40-50 persen dari kapasitas normal. “Biasanya dari 500 ekor ayam kami bisa dapat sekitar 480 butir telur sehari. Tapi sekarang paling banyak hanya 200 hingga 250 butir saja. Ini jelas gagal panen,” ungkap pk aang(42), salah satu peternak setempat, saat ditemui di kandangnya,selasa
Ia menjelaskan, akibat kenaikan harga bahan baku, biaya membeli pakan melonjak hingga hampir 20 persen. Satu karung pakan ukuran 50 kilogram yang dulu dibeli seharga Rp380.000, kini naik menjadi lebih dari Rp450.000. Karena modal terbatas, para peternak terpaksa mengurangi takaran pakan. Akibatnya, ayam kekurangan nutrisi, sehingga nafsu makan turun dan produksi telur merosot tajam, bahkan banyak yang berhenti bertelur sama sekali.
“Kami terjepit. Kalau beli pakan cukup, modal tak ada. Kalau dikurangi, ayam malas bertelur. Akhirnya hasil jual telur pun tak cukup menutupi biaya yang sudah keluar. Banyak rekan peternak yang terpaksa menghentikan usaha sementara karena terus merugi,” tambahnya dengan wajah lesu.
Ketua Kelompok Tani Desa Kerta Mandala membenarkan kejadian tersebut dan berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun tangan memberikan solusi, seperti bantuan pakan bersubsidi atau modal kerja, agar peternak dapat bangkit kembali dan roda ekonomi desa kembali berjalan normal.( Deni HN)



