Ciamis, Lintasperistiwa.net
Para pengelola dan peternak ayam petelur di Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, menyuarakan keluhan mendalam terkait melonjaknya harga pakan ternak yang terjadi belakangan ini. Kenaikan harga yang tidak sebanding dengan harga jual telur membuat usaha mereka terancam merugi hingga berhenti beroperasi .
Sejumlah pengelola mengaku, biaya pakan yang merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan kini naik berkali-kali lipat, sementara harga telur di tingkat peternak tidak mengalami penyesuaian yang berarti.
"Pakan adalah nyawa kami. Kalau harganya terus naik begini, sedangkan hasil penjualan telur tidak bertambah, lama-lama kami tidak sanggup lagi membiayai operasional harian," ungkap salah satu pengelola yang enggan disebutkan namanya, Selasa (4/8/2026).
Kondisi ini membuat keuntungan habis terserap untuk beli pakan, bahkan tak sedikit yang sudah harus mengeluarkan uang pribadi hanya agar ternak tetap terpelihara .
Melihat keadaan yang semakin sulit, para pengelola memohon kepada Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Ciamis serta instansi terkait untuk segera turun tangan. Harapan mereka sederhana: ada perhatian nyata, baik berupa bantuan pakan, subsidi, maupun arahan untuk menyediakan pakan alternatif yang lebih murah namun tetap berkualitas .
"Kami memohon dinas terkait dapat memperhatikan nasib kami. Jangan sampai usaha yang sudah kami bangun susah payah runtuh hanya karena persoalan pakan yang mahal. Bantuan maupun solusi yang diberikan sangat berarti agar kami tetap bisa berproduksi dan menyediakan telur bagi masyarakat," tambahnya.
Para pengelola berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti, agar peternakan rakyat di wilayah Kertamandala dan sekitarnya dapat terus bertahan dan berkontribusi bagi perekonomian warga setempat.
(Indra m z)



