Pangkal Pinang, lintasperistiwa.net
Kelangkaan bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi jenis pertalite,kembali terjadi di propinsi bangka belitung (BABEL),termasuk di pangkal pinang.
Berdasar kan pantauan di lapangan,beberapa hari ini nampak di semua stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang ada di pangkal pinang,antrian kendaraan roda dua mau pun roda empat yang sangat panjang.
Akibat kelangkaan bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi jenis pertalite ini,masyarakat merasa resah,karna aktivitas sehari hari sangat terganggu,masyarakat sangat di rugikan akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ini.
Sementara itu harga pertalite di tingkat eceran tembus angka 15rb per liter ny,kata salah satu pengendara roda dua yg di temui di lapangan,itu pun banyak yg kosong,cuma sebagian kecil di tingkat eceran yang tersedia mas kata nya.
Menanggapi kondisi tersebut,dewan pimpinan daerah (DPD) melalui ketua DPD,ahmad bustani,melontarkan kritik terhadap pengelolaan distribusi BBM di propinsi bangka belitung.
Menurut ahmad bustani,kelangkaan BBM di BABEL bukan lagi persoalan baru karna sudah berulang dalam beberapa tahunnterakhir.ahmad menilai belum terlihat adanya perbaikan signifikan terhadap sistem distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat.
DPD LIN babel meminta pemerintah pusat bersama instansi terkait melakukan evaluasi terhadap tata kelola distribusi BBM di bangka belitung
Mereka mendorong di laksanakan nya audit independen terhadap rantai distribusi BBM,mulai dari terminal penyimpanan,jalur pengangkutan melalui kapal tengker,hingga proses penyaluran ke SPBU.
Selain itu pemerintah daerah dan DPRD bangka belitung,juga diminta meningkatkan pengawasan agar distribusi energi kepada masyarakat bejalan sesuai kebutuhan.
Hinģga berita ini di terbitkan,antrian dsmua spbu dpangkal pinang masih panjang.(gusfirman)



